Kamis, 10 Maret 2011
Kamis, 03 Maret 2011
Abrasif merupakan material yang keras dan tajam yang
digunakan untuk mengikis permukaan benda kerja yang
lebih lunak. Penggunaan abrasif adalah dengan cara menggosokkan material abrasif tersebut pada permukaan benda kerja yang akan dikikis. Abrasif digunakan pada peralatan-peralatan berikut: batu pengasah, gerinda, pemotong logam, atau dengan dilekatkan pada material lentur (coated abrasives).
Gambar 11.1. Pekerjaan Memanfaatkan Peralatan Abrasif
11.1. Material Abrasif
Terdapat beberapa bahan mineral yang saat ini digunakan sebgaai bahan baku pembuatan material abrasif. Batu api (flint), batuan garnet, dan batu gosok (emery), ketiganya merupakan bahan mineral alami. Dua bahan lainnya merupakan bahan abrasif sintetis, yaitu silicon carbide dan
alumunium oxide.
Batu api atau batuan api kwarsa banyak ditemukan di belahan dunia, namun tidak semua batu api tersebut dapat digunakan sebagai abrasif. Batu api yang baik digunakan sebagai abrasif adalah batu api yang berwarna keabu-abuan hingga agak merah muda.
Teknik Bodi Otomotif
Gambar 11.2. Material Abrasif
Bongkahan batu api yang diperoleh dari perut bumi kemudian dipecah-pecah menjadi butiran yang ukurannya ditentukan menurut kekasaran abrasif yang akan dibuat. Butiran batu api kemudian dilekatkan padamaterial backing dari bahan kertas, yang biasa disebut sebagai flint
sandpaper. Material abrasif yang terbuat dari batu api ini mempunyai
karakter cepat tumpul, tidak dapat mempertahankan ketajamannya dalam
jangka waktu yang lama.
Batuan garnet dalam ukuran dan tingkat kemurnian yang lebih besar merupakan batu mulia yang banyak digunakan sebagai perhiasan. Batuan garnet yang berukuran lebih kecil dan memiliki tingkat kemurnian yang rendah dipecah-pecah untuk kemudian digunakan sebagai material abrasif yang biasa disebut sebagai garnet sandpaper. Batuan garnet memiliki keuletan dan kekuatan yang sangat tinggi, sedikit dibawah batu intan (diamond). Pada saat digunakan untuk mengikis benda kerja, butiran garnet yang terpecah dengan sendirinya akan membentuk permukaan baru yang tajam. Hal ini menyebabkan garnet sandpaper memiliki daya kikis dan daya tahan yang sangat baik sehingga dapat digunakan untuk pemakaian yang lama.
Batu gosok memiliki kekerasan yang sangat tinggi, banyak digunakan sebagai material abrasif dalam bentuk bubuk, butiran, ataupun dalam ukuran yang lebih besar yang digunakan pada pekerjaan gerinda (grinding) ataupun pengkilapan (polishing). Batu gosok berwarna hitam, tersusun oleh unsur oksida besi (iron oxide) dan corundum (alumunium
oxide). Pada saat dipecah-pecah, butiran batu gosok yang terbentuk lebih
bulat dibandingkan dengan butiran batu api ataupun garnet. Oleh sebab itu batu gosok lebih banyak digunakan pada pekerjaan pengkilapan daripada untuk pemotongan.
A br asi ve dan Per al at an
Gambar 11.3. Polisher
Silicon carbide merupakan bahan abrasif sintetis, terbuat dari
campuran pasir dan karbon melalui proses pengerjaan pada dapur listrik. Butiran kristalnya sangat keras dan tajam. Silicon carbide banyak digunakan sebagai abrasif dalam bentuk sandpaper.
Alumunium oxide juga merupakan bahan abrasif sintetis, dibuat dari
bauksit (merupakan salah satu bentuk dari tanah liat) yang dicampur dengan arang kokas dan serbuk besi. Campuran ketiga unsur bahan tersebut kemudian dipanaskan hingga mencapai suhu tinggi di dalam dapur listrik. Material yang dihasilkan dari dapur listrik tersebut berwarna merah kecoklat-an, kemudian dipecah menjadi butiran-butiran kristal. Butiran kristal yang dihasilkan kasar dan menggumpal, tidak mudah pecah sehingga mampu bertahan dengan baik pada beban kerja yang berat.
Alumunium oxide sangat sesuai digunakan pada pekerjaan gerinda
dan pemotongan benda kerja yang terbuat dari baja dan logam keras lainnya. Dibandingkan dengan material abrasif yang telah disebutkan di atas,alumunium oxide merupakan material abrasif yang memiliki kekuatan dan ketahanan yang paling baik.
Material abrasif dari bahan batu api dan batu gosok lebih cocok
digunakan pada pekerjaan rumah tangga, sedangkan garnet,silicon
carbidedan alumunium oxide banyak digunakan pada pekerjaan industri.
Pada pekerjaan perbaikan dan penyelesaian bodi otomotif, silicon carbide danalumunium oxide merupakan material abrasif yang paling banyak digunakan.
Memilih Bengkel Cat
Salah satu bisnis otomotif yang menjamur saat ini adalah bengkel bodi dan cat alias body repair. Hampir semua ATPM memiliki fasilitas ini di jaringan bengkel resminya. Tapi seiring perkembangan pasar asuransi, bengkel perorangan atau spesialis pun makin merebak.

Tak lagi model sederhana yang mengandalkan harga murah, tapi bengkel-bengkel perorangan ini rata-rata memiliki alat setara bengkel resmi. Bahkan dengan menawarkan harga lebih murah, bengkel bodi dan cat perorangan ini jauh lebih mudah menjaring konsumen non-asuransi ketimbang milik ATPM.
Tentu saja bagi Anda, harga murah bukan segalanya. Kualitas dan kepuasaan menjadi tolok ukur utama. Memiliki mobil berwarna belang karena proses cat yang asal jadi pasti akan merusak mood Anda. Karena itu pula, banyak sekali bengkel body repair saat ini yang dengan senang hati melayani keluhan konsumennya. Mereka akan dengan sigap mereparasi kembali mobil sampai sempurna.
Nah, ketika mobil Anda memerlukan reparasi bodi atau cat, bengkel mana yang mesti dipilih? Apakah bengkel resmi ATPM atau justru pilih bengkel perorangan berkualitas yang memiliki harga lebih rendah. Bagaimana pula cara mendeteksi bengkel bodi dan cat yang baik?
Mendeteksi bengkel
Cara paling akurat melihat kualitas kerja sebuah bengkel bodi dan cat perorangan adalah dengan menjadi pelanggan dan menilik sendiri hasilnya. Tapi cara itu berisiko dan memiliki potensi merugikan. Apakah harus mobil kesayangan Anda berwarna belang karena uji coba ini?
Berikut ada beberapa tips sebelum memasukkan mobil Anda ke sebuah bengkel perbaikan bodi.
1. Lihatlah fasilitas yang dimiliki bengkel, mulai dari oven, gedung kantor sampai tempat parkir. Oven saat ini merupakan perlengkapan wajib untuk kualitas pengecatan terbaik.
2. Kebersihan bengkel menjadi salah satu faktor penentu kualitas pengecatan. Bengkel cat yang baik akan memiliki tempat pengecatan dan pemolesan yang terpisah agak jauh. Ini untuk menghindari debu poles merusak cat.
3. Tipe mobil yang dikerjakan juga bisa diperhatikan. Semakin banyak mobil keluaran terbaru atau mewah di dalamnya, berarti bengkel tersebut cukup dipercaya oleh pihak asuransi atau kalangan antusias otomotif.
4. Tanyakan jaminan dari bengkel bersangkutan. Bila berani menjamin sampai 6 bulan, berarti kualitasnya cukup tinggi.
5. Terakhir, cari referensi dari rekan Anda yang terpercaya. Sebuah bengkel cat berkualitas akan dengan mudah menyebar informasinya dari mulut ke mulut.
Lebih mahal karena memenuhi standar
Bila menyimak perbandingan harga cat per panel yang kami paparkan, terlihat kalau bengkel perbaikan bodi di bengkel resmi ATPM memiliki harga lebih tinggi. Sebenarnya kalau dilihat dari proses pengecatan, antara bengkel resmi ATPM dan perorangan berkualitas itu mirip-mirip saja. “Tapi yang jelas kami memiliki standar baku yang ditetapkan prinsipal,” tukas Ang Hoey Wie alias Wiwi, Asisten Direktur Honda Pradana, bengkel bodi dan cat resmi Honda.
Lantas kelebihan apa lagi yang dimiliki bengkel ATPM sehingga menarik tarif lebih tinggi? Berikut beberapa di antaranya. Namun ada juga beberapa bengkel perorangan yang memiliki fasilitas serupa.
• Seluruh peralatan dan prosedur kerja mesti memenuhi standar dari prinsipal. Termasuk juga skill pekerja di dalamnya serta servis yang diberikan.
• Dilengkapi perlindungan asuransi bila terjadi musibah.
• Suku cadang yang digunakan terjamin keasliannya.
• Dikontrol secara berkala oleh pihak prinsipal.
• Hanya memberi toleransi klaim 3%-8% dari total jumlah konsumen.
• Proses penarikan sasis untuk perbaikan lebih presisi karena memiliki standar ukuran dari pabrik mobilnya.

Tak lagi model sederhana yang mengandalkan harga murah, tapi bengkel-bengkel perorangan ini rata-rata memiliki alat setara bengkel resmi. Bahkan dengan menawarkan harga lebih murah, bengkel bodi dan cat perorangan ini jauh lebih mudah menjaring konsumen non-asuransi ketimbang milik ATPM.
Tentu saja bagi Anda, harga murah bukan segalanya. Kualitas dan kepuasaan menjadi tolok ukur utama. Memiliki mobil berwarna belang karena proses cat yang asal jadi pasti akan merusak mood Anda. Karena itu pula, banyak sekali bengkel body repair saat ini yang dengan senang hati melayani keluhan konsumennya. Mereka akan dengan sigap mereparasi kembali mobil sampai sempurna.
Nah, ketika mobil Anda memerlukan reparasi bodi atau cat, bengkel mana yang mesti dipilih? Apakah bengkel resmi ATPM atau justru pilih bengkel perorangan berkualitas yang memiliki harga lebih rendah. Bagaimana pula cara mendeteksi bengkel bodi dan cat yang baik?
Mendeteksi bengkel
Cara paling akurat melihat kualitas kerja sebuah bengkel bodi dan cat perorangan adalah dengan menjadi pelanggan dan menilik sendiri hasilnya. Tapi cara itu berisiko dan memiliki potensi merugikan. Apakah harus mobil kesayangan Anda berwarna belang karena uji coba ini?
Berikut ada beberapa tips sebelum memasukkan mobil Anda ke sebuah bengkel perbaikan bodi.
1. Lihatlah fasilitas yang dimiliki bengkel, mulai dari oven, gedung kantor sampai tempat parkir. Oven saat ini merupakan perlengkapan wajib untuk kualitas pengecatan terbaik.
2. Kebersihan bengkel menjadi salah satu faktor penentu kualitas pengecatan. Bengkel cat yang baik akan memiliki tempat pengecatan dan pemolesan yang terpisah agak jauh. Ini untuk menghindari debu poles merusak cat.
3. Tipe mobil yang dikerjakan juga bisa diperhatikan. Semakin banyak mobil keluaran terbaru atau mewah di dalamnya, berarti bengkel tersebut cukup dipercaya oleh pihak asuransi atau kalangan antusias otomotif.
4. Tanyakan jaminan dari bengkel bersangkutan. Bila berani menjamin sampai 6 bulan, berarti kualitasnya cukup tinggi.
5. Terakhir, cari referensi dari rekan Anda yang terpercaya. Sebuah bengkel cat berkualitas akan dengan mudah menyebar informasinya dari mulut ke mulut.
Lebih mahal karena memenuhi standar
Bila menyimak perbandingan harga cat per panel yang kami paparkan, terlihat kalau bengkel perbaikan bodi di bengkel resmi ATPM memiliki harga lebih tinggi. Sebenarnya kalau dilihat dari proses pengecatan, antara bengkel resmi ATPM dan perorangan berkualitas itu mirip-mirip saja. “Tapi yang jelas kami memiliki standar baku yang ditetapkan prinsipal,” tukas Ang Hoey Wie alias Wiwi, Asisten Direktur Honda Pradana, bengkel bodi dan cat resmi Honda.
Lantas kelebihan apa lagi yang dimiliki bengkel ATPM sehingga menarik tarif lebih tinggi? Berikut beberapa di antaranya. Namun ada juga beberapa bengkel perorangan yang memiliki fasilitas serupa.
• Seluruh peralatan dan prosedur kerja mesti memenuhi standar dari prinsipal. Termasuk juga skill pekerja di dalamnya serta servis yang diberikan.
• Dilengkapi perlindungan asuransi bila terjadi musibah.
• Suku cadang yang digunakan terjamin keasliannya.
• Dikontrol secara berkala oleh pihak prinsipal.
• Hanya memberi toleransi klaim 3%-8% dari total jumlah konsumen.
• Proses penarikan sasis untuk perbaikan lebih presisi karena memiliki standar ukuran dari pabrik mobilnya.
Sabtu, 22 Januari 2011
KACA FILM
KACA FILM
Pemasangan kaca film bertujuan untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk ke kabin kendaraan. Namun seiring berkembangnya jaman, kaca film digunakan juga sebagai pelindung dari kejahatan, misalnya penodongan yang berusaha memecahkan kaca mobil. Hal lain, ada kalanya seseorang melapisi kaca mobil dengan kaca film yang cukup gelap, kondisi ini akan mengurangi daya pandang pengemudi dan penumpang ke sekeliling kendaraan terutama pada malam hari. Sebaiknya kegelapan kaca film tidak terlampau ekstrim, agar ketika kita berada di daerah yang penerangannya kurang, pandangan kita tetap jelas dan tidak memaksa mata kita untuk bekerja lebih keras.
v Fungsi Lain dari Kaca Film
Tidak sekedar membuat jadi gelap, pada perkembangnnya kaca film tidak hanya berfungsi untuk menolak panas atau sinar UV saja, melainkan juga untuk alasan keindahan dan keamanan. Untuk keamanan itu sendiri, pada prinsipnya masih menggunakan bahan polyester, hanya saja dicampur bahan-bahan penting lainnya seperti lapisan anti gores, polycarbonate, polyester, polyvinyl butyral dan polyurethane.
Sebenarnya pengaplikasian kaca film keamanan ini pertama kalinya digunakan untuk kepentingan arsitektural (anti bom dan getaran lain). Namun pada perkembangannya, kaca film ini juga diaplikasikan pada mobil. Hanya saja lapisan polyester menjadi lebih tebal. Ini yang menyebabkan kaca film tipe ini “rada-rada” sulit dipasang.
Kaca film safety dirancang hingga memiliki kelenturan seluas 25.000 psi (pound-force per square inch) atau setara dengan 1.702 atmosfer (1.725 Bar). Karena itulah, ketika kaca film itu dipecahkan sekuat tenaga, kelenturan kaca film itu mampu menahan pecahan kaca itu dalam sebuah uji coba, jika kaca film itu dibentangkan sekuat tenaga, kaca film itu mampu menahan tubuh orang dewasa yang berdiri di tengah- tengahnya. Kaca film itu baru akan tembus atau bolong jika tingkat kelenturan sejauh 1.702 atmosfer sudah terlampaui. Kondisi itu juga berlaku jika kaca film tersebut tertimpa getaran ledakan bom. Kaca mobil atau rumah itu paling tidak hanya menyebabkan retakan saja, lalu kaca film itu akan terlepas dari framenya mirip seperti daun yang jatuh ke lantai. Ledakan itu mampu mengeliminir resiko bahaya buat para penggunanya.
Apabila kita kembangkan terus, fungsi kaca film ternyata tidak sesederhana yang kita bayangkan. Secara umum kaca film mampu membuat suhu mobil lebih dingin dan kondusif (ini juga yang bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit, lantaran kinerja AC menjadi sangat efektif dan efisien), fungsi keindahan (tampilan mobil menjadi lebih berkelas dan elegan), fungsi sosial (menghilangkan kecemburuan sosial) serta fungsi kesehatan (pada suhu panas, pendangan manusia normal akan berkuran 20% dan kemampuan mereduksi UV hingga 99% sangat berguna untuk menghindari dari zat radikal bebas dan zat-zat lain yang bersifat merusak akibat sinar UV).
Kaca film mobil merupakan salah satu aksesories penting yang dipergunakan pada kendaraan bermotor khususnya mobil. Keberadaannya, cukup penting sebagai alat pelindung dan pengaman bagi pengendara dan penumpangnya dari resiko kecelakaan yang lebih parah. Dengan menggunakan kaca film, maka kaca mobil yang pecah atau rusak akibat benturan dengan benda tajam maupun tumpul, pecahannya tidak akan pecah sebagaimana kaca pada umumnya. Pecahan kaca mobil dengan memakai kaca film, hanya berupa retakan kecil dan butiran-butiran yang tidak terlalu membahayakan penumpangnya.
Beragam keunggulan dan kelebihan kaca mobil yang kini banyak ditawarkan adalah kemampuannya dalam menolak sinar ultra-violet dan sinar infra-red (infra merah), sehingga kondisi udara di dalam kendaraan tetap sejuk. Selain itu, juga tidak menyilaukan pandangan. Kaca film pada dasarnya memiliki fungsi untuk melindungi dan menolak masuknya sinar matahari ke dalam kabin mobil. ''Kaca film mampu menjadikan suasana di dalam mobil menjadi lebih sejuk dan tidak panas,''
Kaca merupakan penghubung yang paling lemah dalam sebuah ruangan atau antara kita dan apapun yang akan menjadi intruders. Yakni, sesuatu yang masuk dari luar ke dalam. Karena kelemahannya itulah, maka diperlukan sebuah alat alternatif untuk menahan pecahan kaca agar tidak melukai orang-orang yang ada di sekitarnya. ''Secure Stik hadir untuk itu, dan membantu menangkal sinar matahari (ultra violet) hingga 98 persen,''
Beberapa jenis kaca film untuk kebutuhan yang berbeda, seperti kaca film untuk mobil (automotive film), gedung (building film), gedung dan mobil (security and safety film) serta kaca film untuk dalam ruangan (interior). ''Jenisnya berbeda-beda dengan kualitas produk yang tinggi serta mampu menolak panas dan ultra violet (reject UV) hingga 99,9 persen,''
Ada dua hal penentu umur kaca film, Tergantung material dan teknologi yang diaplikasi. Kaca film umumnya mengandung material metal seperti, timah atau tembaga. Masa waktunyapun terbatas karena dari bahan metalnya juga ada keterbatasan. biasa umumnya sekitar 5 tahun, karena itu biasanya garansi dibatasi 5 tahun saja. Seperti halnya dengan makhluk hidup, begitu menua kaca film pun mulai digerogoti berbagai penyakit, paling umum adalah korosi. Hal ini Terjadi karena proses oksidasi dalam jangka waktu lama. Karena ada unsur metal itu, lama-lama jadi korosi.
Ciri-ciri fisik yang bisa dilihat yakni garis-garis putih seperti retakan dan bercak-bercak cokelat seperti karat. Umumnya terjadi pada sisi-sisi kaca tengah dan membuat kaca film mudah lepas, Selain korosi, pengelupasan bisa juga terjadi karena kualitas lem yang buruk. Biasanya ter jadi setelah usia pakai antara 2 sampai 3 tahun. Tapi biasanya hak itu di kaca film murahan. Kalau produk berqualitas bahkan hingga setelah 7 tahun waktu mau ganti aja lem masih terekat kuat. Selain itu, makin tua kemampuan atau performa kaca film dalam meredam panas maupun kandungan yang ada dalam sinar matahari serta tingkat pencahayaannya mulai menurun. Hal tersebut juga akan dialami oleh kaca film berbahan kombinasi karbon dan logam (berwarna hitam namun ada efek refkeksinya juga) atau yang full carbon (hitam).Tapi khusus yang full carbon ciri ciri fisiknya warna mulai terlihat pudar. Efek pencahayaan atawa kemampuan meli hat jelas dari dalam kabin juga mulai menrun. Bahkan bukan hanya sekedar enggak nyaman, tapi dapat membahayakan pengemudi
Dan seperti halnya cat mobil, problem pudar ini bisa terjadi karena faktor umur, lama terpapar panas dan sinar matahari. Paling jelas terlihat dari warna kaca di sudut nampak bagus atau hitam, sementara bagian yang tengah lebih terang.lni paling kelihatan di kaca film berwarna.
Masalah luntur gampang terjadi kalau kualitas kaca film kurang bagus seperti pada kaca film murah. “dan jenis yang paling mu rah. Tidak mengandung metal, hanya plastik yang diwarnai. Digosok dengan thinner juga bisa luntur,” Selain karena pemakaian dan waktu, usia kaca film juga bisa berkurang karena kesalahan dalam perlakuan. Kaca film pada dasarnya tidak memerlukan perawatan khusus. Tapi kalau sembarangan, bisa mengalami kerusakan dan yang tidak dapat diperbaiki,dan biasanya karena goresan saat dibersihkan. Karena kotoran dan lap yang digunakan kurang lembut, yang menyebabkan kaca film bisa mengalami baret. Selain itu, kerusakan permanen juga bisa terjadi karena bahan kimia. Maka hati-hati saat menggunkan cairan pembersih kaca. Kalau terlalu keras seperti terkena zat anti jamur, kaca film bisa rusak dan akan timbul bercak-bercak di kaca. Kerusakan seperti ini enggak bisa diperbaiki.
Pengelupasan akibat lanjutan korosi dan kualitas lem yang tidak bagus Korosi. Berawal bercak-bercak di pinggiran, lama-lama bisa meluas. KENAPA PERLU BAGUS..? Tidak sekadar gaya atau mencegah pandangan ke dalam kabin, kaca film berfungsi sebagai pelindung dari sinar Ultra Violet A dan B (UVA/UVB). Terlalu banyak terpapar keduanya, potensial menyebabkan kanker kulit dan problem mata seperti cepat lelah sampai katarak. Apalagi di negeri tropis dengan sinar matahari berlimpah, kaca film gelap dan adem saja tidak cukup. “Kalau cuma gelap itu yang murah juga banyak. Tapi belum tentu lebih adem, mampu menyerap panas dan sinar UV. Yang ada UV protect dan nyaman walaupun terang, itu enggak banyak dan biasanya Kekuatan, usia dan harga kaca film ditentukan material dan teknik pembuatan. Masing-masing merek menggunakan bahan dan teknik pembuatan yang berbeda-beda. Dan pada umumnya bahan dasar yang digunakan adalah polyster. Sementara bahan pewarnanya carbon dan metal.. Ada yang usia pakainya cepat dan ada juga yang bisa lebih tahan 10 tahunan dan performanya masih tetap stabil. Paling lama usia kaca film sekitar 7-8 tahun. Untuk yang bahan logamnya banyak atau yang punya tingkat fleksinya tinggi biasanya paling cepat Kadang baru 3-4 tahun sudah mulai muncul kendala.
v Jenis-Jenis Kaca Film
- kaca film sandblast - kaca film es,
- kaca film riben - tolak panas / mengurangi silau,
- kaca film dekoratif - menggantikan fungsi kaca grafik, tersedia kaca film dengan bebagai macam motif & corak,
- kaca film clear/safety - utk mencegah kaca berserakan apabila pecah.
- kaca film one way - dengan intensitas cahaya berbeda, hanya satu sisi saja dapat melihat.
v Memilih Kaca Film
Performa kaca film (windows tint) dapat ditelaah berdasarkan spesifikasi kaca film tersebut. Spesifikasi kaca film (windwos tint) umumnya dalam singkatan yang mungkin awam (tidak umum) diketahui oleh semua orang. Untuk memudahkan membaca spesifikasi untuk kaca film untuk mobil maka dapat difokuskan pada 4 spesifikasi yang penting untuk diperhatikan, sebagai berikut :
1. UVT (Ultraviolet Transmittance),
Kebalikannya UVR (Ultraviolet Reflectance) Ultraviolet adalah cahaya yang dapat membuat interior kulit retak / pecah2, warna interior mobil memudar (fading) dan yang paling berbahaya adalah dapat menyebabkan kanker kulit. Semakin kecil % UVT semakin baik, pada umumnya kaca film branded dapat menolak UV 99% (UVT = 1% atau UVR = 99%)
2. VLT (Visible Light Transmittance)
Persentase VLT menandakan besarnya cahaya yang lewat melalui kaca film.
VLT berhubungan dengan persentase kegelapan kaca film, tapi bukanlah sebagai ukuran % kegelapan kaca film, karena kegelapan kaca film juga dipengaruhi oleh bahan dasar kaca film tersebut. Pada umumnya kaca mobil sebelum terpasang kaca film dapat menolak cahaya 5% (VLR 5%), menyerap cahaya 5% (VLA 5%) dan tembus cahaya sebesar 90% (VLT 90%).
VLT berhubungan dengan persentase kegelapan kaca film, tapi bukanlah sebagai ukuran % kegelapan kaca film, karena kegelapan kaca film juga dipengaruhi oleh bahan dasar kaca film tersebut. Pada umumnya kaca mobil sebelum terpasang kaca film dapat menolak cahaya 5% (VLR 5%), menyerap cahaya 5% (VLA 5%) dan tembus cahaya sebesar 90% (VLT 90%).
Sebagai acuan antara VLT dengan tingkat kegelapan KF sebagai berikut :
· VLT 70%, kegelapan kaca film 10-15%
· VLT 60%, kegelapan kaca film 15-20%
· VLT 35-40%, kegelapan kaca film 30-40%
· VLT 20%, kegelapan kaca film 55-60%
· VLT 10%, Kegelapan kaca film 70%
· VLT 5%, kegelapan kaca film 80%
· VLT bila sudah mencapai 5% (setara kegelapan KF 80%)
maka saat parkir mundur pada malam hari dengan kondisi penerangan yang kurang maka akan sulit melihat spion dengan jelas/leluasa. Tapi tentunya VLT 5% memberikan privacy yang lebih saat siang maupun malam hari, karena tidak dapat dengan mudah orang diluar melihat ke dalam kabin.
3. IRR (Infra Red Reflectance/Rejected)
Infra-Red adalah radiasi panas yg dibawa oleh cahaya matahari, semakin besar spec % IRR semakin baik.
4. TSER (Total Solar Energy Rejected)
Persentase total solar energy (heat/panas) yang di tolak oleh kaca film. Semakin besar persentase TSER semakin baik, krn menandakan kemampuan kaca film untuk menolak panas yang masuk melalui kaca film secara total. TSER adalah akumulasi % dari berbagai variable penyumbang panas yang masuk melalui kaca, termasuk Infra-Red (IR) yg merupakan salah satu variable didalam TSER.
Terlampir adalah kumpulan spesifikasi kaca film sebagai bahan perbandingan untuk mengetahui lebih jauh akan performa yang diberikan oleh berbagai merk kaca film.
Spesifikasi kaca film secara lengkap dapat dibaca pada artikel Windows Film Glossary
Spesifikasi kaca film secara lengkap dapat dibaca pada artikel Windows Film Glossary

v Merawat Kaca Film
Aplikasi kaca film pada mobil sepertinya memang sudah tidak dapat terpisahkan lagi. Berbagai merk hadir di pasaran dengan kualitas dan kelebihan masing-masing, bahkan sudah banyak distributor yang memberikan layanan aftersales atau garansi 5 hingga 10 tahun. Tetapi apapun merknya fungsi utama semua jenis kaca film adalah untuk meredam masuknya sinar ultraviolet dan infra merah dari sinar matahari yang akan menimbulkan panas berlebihan di dalam kabin mobil.
Meskipun bergaransi, tentunya kaca mobil yang telah dilapisi film tetap perlu mendapatkan perhatian ekstra agar kondisi lapisan film pada kaca mobil tersebut tetap memiliki kondisi yang selalu baik dan jernih sehingga tidak mengganggu pandangan dari dalam kabin mobil terutama bagi pengendaranya / driver. Berikut beberapa tips mudah untuk merawat kaca fim mobil :
1. Menjaga kebersihan kaca
Tetapkan untuk selalu menjaga kebersihan kaca yang telah diberi lapisan film. Sebaiknya biasakan untuk segera membersihkan kaca mobil setelah menggunakan mobil pada jalanan yang sangat berdebu dengan menggunakan air bersih terlebih dahulu atau cairan pembersih khusus untuk kaca, perlu diingat juga, pilihlah cairan yang tidak bersifat abrasif, seperti bahan compound atau bahan yang mengandung soda maupun deterjen sebab lapisan kaca film dapat rusak bila terkena bahan tesebut, setelah itu keringkan kaca dengan kain atau lap berbahan lembut seperti lap Chamois untuk menghindari goresan halus pada kaca film.
2. Bersihkan Karet Kaca Jendela Mobil
Biasakan untuk memeriksa kebersihan karet kaca jendela mobil anda, karena karet kaca jendela yang kotor dengan tumpukan debu dapat menimbulkan goresan akibat adanya gesekan debu pada jendela mobil pada saat proses buka dan tutup.
3. Bersihkan kaca setelah hujan turun
Biasakan juga untuk membersihkan kaca mobil setelah turun hujan, apabila sempat sekalian diberikan cairan pelindung kaca agar kotoran tidak menempel dan mengeras pada kaca yang dapat menyebabkan noda bahkan kerak.
4. Hindarkan dari sengatan matahari
Sebaiknya hindarkan parkir mobil dari sengatan matahari yang terik dalam jangka waktu yang lama sebab sinar matahari tersebut dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan warna luntur pada kaca film yang berbahan dasar tint (pencelupan tinta).
5. Hindarkan membawa benda yang dapat merusak kaca
Usahakan untuk membawa benda yang tidak dapat merusak kaca film seperti benda yang memiliki sudut yang tajam, seperti halnya memaksakan untuk memasukkan benda yang memiliki kapasitas lebih dari mobil sehingga sulit dimasukkan ke dalam mobil, dsb. Dengan terkelupasnya kaca film sebagian kecil atau besar memungkinkan kaca tersebut lebih melebar kerusakannya.
v Cara Memasang Kaca Film
Berikut ini adalah cara memasang kaca film :
1. Bersihkan permukaan kaca dengan glass cleaner ataupun dengan cairan detergen.
2. Kemudian cairkan detergen dengan air, kemudian semprotkan cairan tersebut dengan spayer ke pemukaan kaca.
3. Potong kaca film sedikit lebih lebar dibandingkan dengan luas kaca yang akan dipasangi kaca film, dan semprot kaca film dengan sprayer pada permukaan yang mengandung lem/perekat.
4. Rapikan letak kaca film pada kaca, kemudian tekan menggunakan spatula karet sambil digeser dari tengah kearah pinggir agar cairan detergen yang berada diantara kaca dan kaca film terdorong keluar. Lakukan berulang-ulang hingga tidak ada udara lagi pada kaca film. Bila masih ada udara yang tersisa maka tusuklah dengan jarum agar udara itu keluar dan rapikan lagi dengan spatula. Terakhir jangan lupa potong dengan cutter pinggiran kaca film mengikuti bentuk kaca.
MEMASANG PERAPAT KOMPONEN KENDARAAN


KODE MODUL
OPKR-60-009 C
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BODI OTOMOTIF
MEMASANG PERAPAT KOMPONEN
KENDARAAN
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KATA PENGANTAR
Modul Program Keahlian Teknik Bodi Otomotif dengan kode OPKR-
60-009C dengan judul Memasang Perapat Komponen Kendaraan,
digunakan sebagai panduan kegiatan belajar untuk mencapai kompetensi,
yaitu: Memasang Perapat Komponen Kendaraan, Modul ini dapat
digunakan untuk peserta diklat Program Keahlian Teknik Otomotif.
Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1
membahas tentang Informasi Teknik dan tipe-tipe bahan perapat,
Kegiatan belajar 2 membahas tentang Bahan dan Peralatan perapat pada
bodi kendaraan dan kegiatan belajar 3 membahas tentang Prosedur
Aplikasi Body Sealer.
Penyusun menyadari bahwa modul ini belum sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran selalu kami nantikan. Akhirnya selamat menggunakan
modul ini, semoga bermanfaat !
Yogyakarta, Desember 2004
Penyusun.
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iii
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN SAMPUL ………………………………………………………………………………i
HALAMAN FRANCIS ………………………………………………………………………………ii
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………iii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………iv
PETA KEDUDUKAN MODUL …………………………………………………………………vi
PERISTILAHAN/GLOSSARY ………………………………………………………………viii
I. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………1
A. DESKRIPSI …………………………………………………………………………… 1
B. PRASYARAT ……………………………………………………………………………………1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ……………………………………………………1
1. Petunjuk Bagi Siswa …………………………………………………………………1
2. Petunjuk Bagi Guru ………………………………………………………………………………2
D. TUJUAN AKHIR ………………………………………………………………………………3
E. KOMPETENSI …………………………………………………………………………………4
F. CEK KEMAMPUAN …………………………………………………………………………5
II. PEMELAJARAN ………………………………………………………………………………6
A. RENCANA BELAJAR SISWA……………………………………………………………6
B. KEGIATAN BELAJAR ………………………………………………………………………6
1. Kegiatan Belajar 1 : Informasi Teknik dan Tipe-tipe
Perapat Bodi Kendaraan …………………………………………………… 6
a. Tujuan kegiatan belajar 1 ………………………………………… 6
b. Uraian materi 1 ……………………………………………………………………7
c. Rangkuman 1 ………………………………………………………………………10
d. Tugas 1 ………………………………………………………………………………12
e. Tes formatif 1 ……………………………………………………………………13
f. Kunci jawaban formatif 1 ……………………………………………………14
g. Lembar kerja 1 …………………………………………………………………17
2. Kegiatan Belajar 2 : Bahan dan Peralatan Perapat Bodi
Kendaraan …………………………………………………………………………19
iv
a. Tujuan kegiatan belajar 2 …………………………………………19
b. Uraian materi 2 ……………………………………………………………………19
c. Rangkuman 2 ………………………………………………………………………24
d. Tugas 2 ………………………………………………………………………………25
e. Tes formatif 2 ……………………………………………………………………25
f. Kunci jawaban formatif 2 ……………………………………………………26
g. Lembar kerja 2 …………………………………………………………………27
3. Kegiatan Belajar 3 : Aplikasi Perapat ……………………………………29
a. Tujuan kegiatan belajar 3 …………………………………………29
b. Uraian materi 3 ……………………………………………………………………29
c. Rangkuman 3 ………………………………………………………………………36
d. Tugas 3 ………………………………………………………………………………36
e. Tes formatif 3 ……………………………………………………………………36
f. Kunci jawaban formatif 3 ……………………………………………………37
g. Lembar kerja 3 …………………………………………………………………38
III.EVALUASI ………………………………………………………………………………………40
A. PERTANYAAN …………………………………………………………………………………40
B. KUNCI JAWABAN ……………………………………………………………………………41
C. KRITERIA KELULUSAN ……………………………………………………………………45
IV.PENUTUP …………………………………………………………………………………………46
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………47
v
A. Diagram Pencapaian Kompetensi
PETA KEDUDUKAN MODUL
Diagram ini menunjukan tahapan urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat. Modul Teknik
Bodi Otomotif OPKR -60-006C ini merupakan salah satu dari 24 modul untuk membentuk kompetensi dibidang Teknik
Bodi Otomotif.
OPKR
OPKR
10-009B
OPKR
10-016C
60-018C
OPKR
60-019C
OPKR
10-017C
OPKR
10-010C
OPKR
10-013C
OPKR
60-002C
OPKR
60-008C
OPKR
60-007C
OPKR
60-006C
OPKR
10-006C
OPKR
60-012C
OPKR
60-013C
OPKR
60-011C
OPKR
60-016C
OPKR
10-037A
OPKR
60-009C
OPKR
60-029A
OPKR
60-030A
OPKR
60-031A
OPKR
60-036A
OPKR
60-050A
OPKR
60-051A
Keterangan :
OPKR 10-009B. Pembacaan dan pemahaman gambar teknik
OPKR 10-016C. Mengikuti Prosedur Keselamatan. Kesehatan Keria dan
Lingkungan.
OPKR 10-017C. Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan
Perlengkapan Tempat Kerja.
OPKR 10-010C. Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur.
OPKR 10-013C. Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/kelayakan
kendaraan
OPKR 10-006C. Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian,
pemotongan dengan panas dan pemanasan
OPKR 60-002C. Melaksanakan pekerjaan sebelum perbaikan
OPKR 60-006C.
OPKR 60-012C.
OPKR 60-007C.
OPKR 60-008C.
OPKR 60-013C.
OPKR 60-011C.
Melepas, menyimpan dan mengganti/memasang panel-
panel bodi kendaraan, bagian-bagian panel
dan perangkat tambahannya
Mempersiapkan permukaan untuk pengecatan ulang
Melepas dan mengganti/melepas pelindung moulding,
transfer/gambar hiasan, stiker dan decal/lis, spoile
Melepas dan mengganti rangkaian/listrik/unit elektronik
Mempersiapkan bahan dan peralatan pengecatan
Melaksanakan prosedur masking
OPKR 60-009C. Memasang perapat komponen kendaraan
OPKR 60-016C. Mempersiapkan komponen kendaraan untuk perbaikan
pengecatan kecil
OPKR 60-037A. Mempersiapkan dan mengecat komponen-komponen
plastik
OPKR 60-018C. Pelaksanaan pengkilatan dan pemolesan
OPKR 60-019C. Memilih dan menggunakan hiasan/Trim berperekat
OPKR 60-029A.
OPKR 60-030A.
OPKR 60-031A.
OPKR 60-038A.
OPKR 60-050A
Membuat (fabrikasi) komponen fiberglas/bahan
komposit
Memperbaiki komponen finberglas/bahan komposit
Memperbaiki komponen bodi menggunakan dempul
timah (lead wiping)
Melaksanakan pemasangan anti karat dan peredam
suara
Membersihkan permukaan kaca
OPKR 60-051A.
Melakukan pembersihan
luar/dalam
vii
setempat permukaan
PERISTILAHAN / GLOSSARY
Cold set: Bahan perapat yang akan mengeras pada temperatur kamar.
Elektrolitik : proses kimia dengan perpindahan ion-ion positif dan ion
negatif dalam suatu bahan.
Hot set: Perapat yang memerlukan pemanasan sampai temperatur
tertentu untuk menghasilkan pengikatan.
Jenis Impact: Perapat yang digunakan pada kedua permukaan dan
dibiarkan setengah kering. Persinggungan kedua permukaan akan
menghasilkan ikatan.
Perapat Struktural: Sesuai untuk penggunaan dimana sambungan
menahan beban yang terus menerus. Perapat struktural biasanya
menggunakan bahan epoxy dengan bahan dasar resin sintetis,
yaitu jenis thermosetting.
Thermoplastic: Dapat dilembekkan beberapa kali dengan cara pemanasan
Thermosetting: Ditentukan dengan aksi panas atau katalis untuk mencapai
kekerasan tetap.
viii
A.DESKRIPSI
BAB I
PENDAHULUAN
Modul ini membahas tentang Memasang perapat komponen
kendaraan. Modul ini terdiri atas 3 (tiga) kegiatan belajar. Kegiatan
belajar 1 membahas tentang informasi teknik dan tipe-tipe bahan
perapat, kegiatan belajar 2 membahas bahan perapat dan
peralatannya dan Kegiatan belajar 3 membahas tentang aplikasi body
sealer (perapat) bodi kendaraan.
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat
memahami dan terampil dalam memasang perapat pada bodi
kendaraan.
B. PRASYARAT
Modul ini bisa ditempuh setelah peserta diklat menempuh modul-
modul sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi pada Bidang
Keahlian Teknik Bodi Otomotif.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam
menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu
dilaksanakan antara lain:
a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi
yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada
materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada
guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar.
b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui
seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap
materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
1
c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik,
perhatikanlah hal-hal berikut ini :
1). Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang
berlaku.
2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum)
dengan baik.
3). Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan)
peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat.
4). Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar.
5). Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas,
harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.
6). Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat
semula
d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi
lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah
kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan
pembelajaran yang bersangkutan.
2. Petunjuk Bagi Guru/Instruktur
Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk :
a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar
b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar
c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik
baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai
proses belajar peserta diklat
d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses
sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan
2
f. Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat
kerja untuk membantu jika diperlukan
D.TUJUAN AKHIR
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar
dalam modul ini peserta diklat diharapkan:
1. Memahami tentang informasi tipe-tipe bahan body sealer
(perapat).
2. Memahami dan mengerti bahan dan peralatan body sealer
(perapat) bodi kendaraan.
3. Mampu dan terampil dalam prosedur aplikasi body selaer (Perapat)
bodi kendaraan.
3
E. KOMPETENSI
KOMPETENSI
KODE
: Memasang perapat komponen kendaraan
: OPKR-60-009.C
DURASI PEMELAJARAN : 80 Jam @ 45 menit
SUB
KOMPETENSI
KRITERIA KINERJA
LINGKUP
BELAJAR
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menguji,
memasang,
memperbaiki
dan mengganti
komponen
sealer
kendaraan
? Pekerjaan dilaksanakan tanpa
menyebabkan kerusakan
terhadap sistem/komponen
kendaraan.
? Informasi diakses dan diguna-
kan sesuai dengan spesifikasi
pabrik kendaraan/ komponen.
? Semua uji coba, perbaikan dan
prosedur instalasi dilaksanakan
berdasarkan spesifikasi pabrik.
? Pengepasan, peralatan dan
perlengkapan yang sesuai.
? Seluruh kegiatan kegiatan di-
atas dilaksanakan berdasarkan
SOP (Standard Operation
Procedures), peraturan K3L
(Keselamat-an, Kesehatan
Kerja dan Lingkungan) yang
berlaku dan prosedur/kebijakan
peru-sahaan.
Mengidentifikasi,
menggu-nakan
dan/atau
memperbaiki
kerusakan
perapat
komponen
kendaraan
? Pekerjaan
dilaksanakan
tanpa
menyebabkan ke-
rusakan terhadap
sistem/
komponen
kendaraan
? Seluruh kegiatan
diatas
dilaksanakan
berdasarkan SOP
(Standard
Operation
Prosedure),
peraturan K3L
(Kesela-matan,
Kesehatan Kerja
dan Lingkungan)
yang berlaku dan
prosedur/kebijaka
n pemerintah
? Pembongkaran
dan pera-kitan
komponen
kendaraan yang
sesuai dengan
kegu-naan
? Informasi teknik
yang sesuai
? Tipe-tipe bahan
perekat dan
kegunaannya
? Prosedur dan
metode
keamanann
komponen sealer
? Persyaratan
keselamatan diri
? Persyaratan
keamanan
peralatan
? Kebijakan
perusahaan
? Mengakses,
memahami dan
menerapkan
infor-masi teknik
? Menggunakan
metode
perngujian
komponen
kendaraan
? Mengghunakan
alat dan
perlengkapan
yang sesuai
? Memelihara
data/catatan
pelanggan
? Mengepaskan
sealer dimana
dibutuhkan
F. CEK KEMAMPUAN
Sebelum mempelajari modul ini, isilah dengan cek list (? ) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap
jujur dan dapat dipertanggung jawabkan :
Kompetensi
Pernyataan
1. Saya mampu menyebutkan peralatan dan
bahan perapat
2. Saya mampu menjelaskan peralatan dan
bahan perapat
3. Saya mampu dan terampil memasang
perapat bodi kendaraan.
Jawaban
Ya Tidak
Bila jawaban ‘Ya’,
kerjakan
Soal Tes Formatif 1.
Soal Tes Formatif 2.
Soal Tes Formatif 2
Apabila peserta diklat menjawab Tidak, pelajari modul ini
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR SISWA
Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di
bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru/instruktur jika telah
selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.
Jenis Kegiatan
1. Informasi Teknik
dan tipe-tipe bahan
perapat bodi
kendaraan
2. Bahan perapat dan
peralatan
3. Aplikasi Perapat
B. KEGIATAN BELAJAR
Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Paraf
Guru
1. Kegiatan Belajar 1: Informasi Teknik dan Tipe-Tipe Perapat
Bodi Kendaraan.
a. Tujuan Kegiatan Belajar 1
1) Peserta diklat (siswa) dapat menjelaskan informasi umum
mengenai perapat bodi kendaraan.
2) Peserta diklat (siswa) dapat menjelaskan keunggulan dan
kelemahan perapat bodi kendaraan
3) Peserta diklat (siswa) dapat menjelaskan istilah-istilah yang
berhubungan dengan perapat bodi kendaraan.
4) Peserta diklat (siswa) dapat menjelaskan tipe-tipe perapat bodi
kendaraan
6
b. Uraian Materi 1
Model penyambungan pada panel-panel bodi kendaraan
bermotor tidak selamanya menggunakan las, keling atau baut.
Terdapat berbagai macam tipe penyambungan komponen panel-
panel kendaraan. Khususnya untuk tipe sambungan perlakuan
tekukan, jepitan dan sejenisnya, diharapkan sambungan akan
tetap awet dengan jalan mencegah debu atau air masuk dalam
bodi kendaraan yang memungkinkan timbulnya korosi dan
kerusakan.
Dalam pabrik kendaraan, perapat atau yang sering disebut
sebagai body sealer
diaplikasikan pada bagian lipatan (tekukan)
pada panel kendaraan sebagai contoh pada hood engine, trunk/
boot lid (bagasi belakang), pintu, kaitan kanvas rem/kopling, atau
bahkan pada quarter panel serta pada semua potongan lembar
metal yang berbeda yang akan disambung, yaitu untuk
menghindari masuknya air diantara panel-panel sehingga
mencegah terjadinya korosi (perkaratan).
Saat ini sudah banyak dikembangkan jenis perapat. Perapat
tersebut memungkinkan tidak hanya untuk menyambung dua
buah komponen tetapi juga memenuhi kebutuhan kerja
sambungan itu sendiri.
Keunggulan daya rekat perapat dapat mencakup :
1) Penampilan
Sambungan hampir tidak terlihat.
2) Kuat
Pembagian kekuatan yang merata pada permukaan, jadi tidak
hanya pada tempat yang sempit seperti pada paku keling.
3) Mengurangi perubahan bentuk.
7
Pengelasan menimbulkan panas dan selalu menghasilkan
distorsi atau perubahan bentuk. Perapatan tidak menimbulkan
panas yang dapat menyebabkan distorsi pada pada logam.
Karena tidak diperlukan panas yang tinggi, dengan demikian
dapat mencegah distorsi.
4) Mengurangi karat/ korosi.
Perapat membentuk lapisan antara dua permukaan yang akan
disambung yang akan mengurangi peluang terjadinya aksi
elektrolitik antara dua bahan yang berbeda.
Ada juga keunggulan yang berkaitan dengan penggunaan
khusus, misalnya, dibandingkan dengan kanvas rem/lining yang
dipaku keling, jenis yang direkat mempunyai permukaan gesek
yang lebih luas. Hal ini menghasilkan peningkatan kemampuan
dan usia kanvas rem yang lebih panjang.
Namun demikian terdapat juga kelemahan perapat yaitu
mencakup:
1) Gangguan kesehatan
Kebanyakan perapat menghasilkan uap yang berbahaya,
sehingga diperlukan ventilasi udara yang baik.
2) Resiko terbakar dan Meledak
Sebagian perapat menghasilkan uap yang dapat terbakar yang
dapat meledak pada ruang tertutup.
3) Keterbatasan pada temperatur.
Sambungan dapat lepas bila temperaturnya melebihi ketentuan
yang dikeluarkan oleh pabrik.
4) Kesulitan pemeriksaan
Sulit untuk menentukan kekuatan dan efektifitas sambungan
hanya dengan pemeriksaan secara visual (penglihatan).
5) Biaya
8
Diperlukan peralatan yang mahal untuk dapat melakukan
perekatan pada pemakaian khusus, sehingga kadang-kadang
caranya menjadi tidak ekonomis (hemat).
Tipe-tipe perapat bodi kendaraan:
Berdasar pada bahannya, ada 2 tipe perapat bodi kendaraan,
yaitu tipe perapat struktural dan tipe perapat non struktural.
1) Tipe Perapat Struktural
a) Epoxy
Biasanya berbentuk cairan sirup dimana ketika dicampur
dengan pengeras (katalis) akan dengan cepat berubah menjadi
benda padat yang keras dan tembus pandang. Bahan ini
mengikat tidak hanya bahan-bahan penyerap seperti kayu,
tetapi juga dapat digunakan untuk logam dan kaca. Digunakan
pada banyak bagian kendaraan bermotor yang mencakup
penyambungan logam, keramik, kaca, karet, plastik, kayu dan
lain-lain. Juga digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan fiberglas.
b) Phenolic
Ketika dicampur dengan epoxy atau karet sintetis nitril,
resin jenis hot-set ini akan mempunyai kekuatan gunting yang
sangat tinggi dan dapat menahan panas sampai kira-kira 250
derajat Celsius. Digunakan untuk penggunaan beban berat
seperti pengikatan bahan-bahan yang bergesekan yang
digunakan pada sepatu rem atau kopling transmisi otomatis.
2) Tipe Perapat Non-Struktural
Bahan-bahan ini mencakup elastomeric (bahan dasarnya
karet).
9
a) Karet alam untuk merekatkan karet dengan karet (misalnya
perbaikan ban) dan serat dan kulit.
b) Karet alam Latex untuk merekatkan serat, kulit, lakan, kertas
dan lain-lain.
c) Karet sintetis untuk PVC, kayu dan kaca.
d) Karet dan resin untuk merekatkan karet, lakan, gabus, dan
lain-lain dengan kayu atau logam.
e) Karet sintetis dan resin untuk plastik laminasi, kayu lapis,
hardwood dengan logam atau kayu. Biasanya cocok untuk
permukaan yang halus.
Shellac (Sirlak) adalah resin alam digunakan untuk
merekatkan komponen engine antara permukaan logam
dengan logam atau gasket dengan bahan berserabut dengan
permukaan logam. Bahan ini tahan terhadap hidrokarbon pada
temperatur tinggi.
Bahan perapat anaerob (tidak ada udara) mencakup asam
akrilik. Bahan ini berkerja saat bersinggungan dengan logam
jika tidak ada udara. Digunakan sebagai “lapisan pengunci
cair” untuk baut, bahan ini mampu menahan temperatur
sampai 200 derajat Celsius. Di atas temperatur 250 derajat
Celsius, bahan akan menjadi lunak sehingga berguna untuk
melepas sambungan.
c. Rangkuman 1
1) Penyambungan pada panel-panel bodi kendaraan bermotor dapat
menggunakan las, keling, baut atau sealer (perapat).
2) Keunggulan sealer (perapat) adalah:
a) Penampilan (Sambungan hampir tidak terlihat)
10
b) Kuat (Pembagian kekuatan yang merata pada permukaan, jadi
tidak hanya pada tempat yang sempit seperti pada paku keling)
c) Mengurangi perubahan bentuk. (Pengelasan menimbulkan
panas dan selalu menghasilkan distorsi atau perubahan bentuk.
Perapatan tiak menimbulkan panas yang dapat menyebabkan
distorsi pada pada logam. Karena tidak diperlukan panas yang
tinggi, dengan demikian dapat mencegah distorsi)
d) Mengurangi karat. (Perapat membentuk lapisan antara dua
permukaan yang akan disambung yang akan mengurangi
peluang terjadinya aksi elektrolitik antara dua bahan yang
berbeda)
e) Pada hal tertentu memiliki kekuatan yang lebih baik dibanding
sambungan keling karena memiliki permukaan gesek yang luas,
misal pada kanvas rem atau lining.
3) Kelemahan sealer (perapat) adalah:
a) Gangguan kesehatan (Kebanyakan perapat menghasilkan uap
yang berbahaya, sehingga diperlukan ventilasi udara yang baik)
b) Resiko terbakar dan Meledak (Sebagian perapat menghasilkan
uap yang dapat terbakar yang dapat meledak pada ruang
tertutup).
c) Keterbatasan pada temperatur. (Sambungan dapat lepas bila
temperaturnya melebihi ketentuan yang dikeluarkan oleh
pabrik)
d) Kesulitan pemeriksaan (Sulit untuk menentukan kekuatan dan
efektifitas sambungan hanya dengan pemeriksaan secara
visual/ penglihatan).
e) Biaya (Diperlukan peralatan yang mahal untuk dapat melakukan
perekatan pada pemakaian khusus, sehingga kadang-kadang
caranya menjadi tidak ekonomis/hemat).
11
4) Istilah yang berkaitan dengan perapat bodi kendaraan:
a) Thermoplastic (Dapat dilembekkan beberapa kali dengan cara
pemanasan)
b) Thermosetting (Ditentukan dengan aksi panas atau katalis
untuk mencapai kekerasan tetap).
c) Jenis Impact (Perapat yang digunakan pada kedua permukaan
dan dibiarkan setengah kering. Persinggungan kedua
permukaan akan menghasilkan ikatan).
d) Cold set (Bahan perapat yang mengeras pada suhu kamar)
e) Hot set (Perapat yang memerlukan pemanasan sampai
temperatur tertentu untuk menghasilkan pengikatan)
f) Perapat Struktural (Sesuai untuk penggunaan dimana
sambungan menahan beban yang terus menerus, biasanya
menggunakan bahan epoxy dengan bahan dasar resin sintetis,
yaitu jenis thermosetting)
5) Tipe-tipe perapat bodi kendaraan
a) Tipe Perapat Struktural terdiri dari bahan Epoxy dan Phenolic
yang ketika dicampur akan mempunyai kekuatan gunting yang
sangat tinggi dan dapat menahan panas sampai kira-kira 250
derajat Celsius. Digunakan untuk penggunaan beban berat
seperti pengikatan bahan-bahan yang bergesekan yang
digunakan pada sepatu rem atau kopling transmisi otomatis.
b) Tipe Perapat Non-Struktural yang terdiri dari bahan-bahan
elastomeric (bahan dasarnya karet) yaitu karet alam, karet
alam latex, karet sistesis, karet dan resin).
d. Tugas 1
Untuk lebih mendalami secara teknis, maka peserta diklat
diberikan tugas sebagai berikut:
12
1) Carilah sealer (perapat) tipe struktural dan non-struktural, masing-
masing 1 buah!
2) Aplikasikan pada obyek kerja sesuai dengan petunjuk kerjanya,
bisa pada tekukan, lipatan bodi kendaraan, dan amati proses yang
terjadi sampai hasil yang terjadi.
3) Buatlah suatu rangkuman kegiatan yang telah Anda laksanakan!
e. Tes Formatif 1
1) Sebutkan keunggulan penggunaan sealer (perapat) pada
kendaraan!
2) Sebutkan kelamahan penggunaan sealer (perapat) pada
kendaraan!
3) Apakah yang dimaksud dengan:
a) Thermoplastic
b) Thermosetting
c) Jenis Impact
d) Cold set
e) Hot set
4) Sebutkan tipe dari perapat bodi kendaraan!
13
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Keunggulan penggunaan sealer pada kendaraan:
a) Penampilan
Sambungan hampir tidak terlihat.
b) Kuat
Pembagian kekuatan yang merata pada permukaan, jadi tidak
hanya pada tempat yang sempit seperti pada paku keling.
c) Mengurangi perubahan bentuk.
Pengelasan menimbulkan panas dan selalu menghasilkan
distorsiatau perubahan bentuk. Perapatan tiak menimbulkan
panas yang dapat menyebabkan distorsi pada pada logam.
Karena tidak diperlukan panas yang tinggi, dengan demikian
dapat mencegah distorsi.
d) Mengurangi karat.
Perapat membentuk lapisan antara dua permukaan yang akan
disambung yang akan mengurangi peluang terjadinya aksi
elektrolitik antara dua bahan yang berbeda.
e) Pada hal tertentu memiliki kekuatan yang lebih baik dibanding
sambungan keling karena memiliki permukaan gesek yang luas,
misal pada kanvas rem atau lining.
2) Kelemahan penggunaan sealer pada kendaraan
a) Gangguan kesehatan
Kebanyakan perapat menghasilkan uap yang berbahaya,
sehingga diperlukan ventilasi udara yang baik.
b) Resiko terbakar dan Meledak
Sebagian perapat menghasilkan uap yang dapat terbakar yang
dapat meledak pada ruang tertutup.
c) Keterbatasan pada temperatur.
14
Sambungan dapat lepas bila temperaturnya melebihi ketentuan
yang dikeluarkan oleh pabrik.
d) Kesulitan pemeriksaan
Sulit untuk menentukan kekuatan dan efektifitas sambungan
hanya dengan pemeriksaan secara visual (penglihatan).
e) Biaya
Diperlukan peralatan yang mahal untuk dapat melakukan
perekatan pada pemakaian khusus, sehingga kadang-kadang
caranya menjadi tidak ekonomis (hemat).
3) Yang dimaksud dengan:
a) Thermoplastic : Dapat dilembekkan beberapa kali dengan
cara pemanasan
b) Thermosetting : Ditentukan dengan aksi panas atau katalis
untuk mencapai kekerasan tetap.
c) Jenis Impact : Perapat yang digunakan pada kedua
permukaan dan dibiarkan setengah kering.
Persinggungan kedua permukaan akan
menghasilkan ikatan.
d) Cold set
e) Hot set
: Bahan perapat yang akan mengeras pada
temperatur kamar.
: Perapat yang memerlukan pemanasan
sampai
temperatur
tertentu
untuk
menghasilkan pengikatan.
4) Tipe perapat bodi kendaraan
a) Tipe Perapat Struktural terdiri dari bahan Epoxy dan Phenolic
yang ketika dicampur akan mempunyai kekuatan gunting yang
sangat tinggi dan dapat menahan panas sampai kira-kira 250
15
derajat Celsius. Digunakan untuk penggunaan beban berat
seperti pengikatan bahan-bahan yang bergesekan yang
digunakan pada sepatu rem atau kopling transmisi otomatis.
b) Tipe Perapat Non-Struktural yang terdiri dari bahan-bahan
elastomeric (bahan dasarnya karet) yaitu karet alam, karet
alam latex, karet sistesis, karet dan resin).
16
g. Lembar Kerja 1
1) Alat dan Bahan
a) 1 Unit mobil untuk melakukan pengamatan penggunaan
berbagai tipe sealer pada bodi kendaraan.
b) Peralatan tangan, kunci pas/ring atau tang (menyesuaikan
kebutuhan).
c) Lap / majun.
2) Keselamatan Kerja
a) Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
b) Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja
yang tertera pada lembar kerja.
c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan
pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
d) Bila perlu mintalah buku manual kendaraan yang menjadi
training object.
3) Langkah Kerja
a) Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif
dan seefisien mungkin!
b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/
instruktur!
c) Lakukan pengamatan dan identifikasi jenis-jenis perapat
yang ada pada kendaraan!
d) Lakukan analisis kondisi perapat yang ada pada kendaraan!
e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara
ringkas!
f) Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang
telah digunakan seperti keadaan semula!
17
4) Tugas
a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas.
b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh
setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 1.
18
2. Kegiatan Belajar 2 : Bahan dan Peralatan Perapat Bodi
Kendaraan
a. Tujuan Kegiatan Belajar 2
1) Peserta diklat dapat menyebutkan bahan-bahan perapat bodi
2) Peserta diklat dapat menyebutkan peralatan yang digunakan
dalam melaksanakan perapat bodi kendaraan
b. Uraian Materi 2
Salah satu cara penyambungan komponen bodi kendaraan
adalah dengan sealer. Bahan sealer (perapat) terdiri dari bahan
utama dan zat pengeras, yang apabila kedua bahan tersebut
dicampur maka akan terjadi reaksi kimia lalu mengeras pada
temperatur normal menjadi semacam karet yang elastis.
Penggunaan sealer ini dapat dilakukan pada komponen bodi maupun
antara karet dengan bodi (misal karet kaca kendaraan).
Tipe dari sealer dapat dibedakan berdasar suhu pengeringan
disekitarnya, yaitu:
1) Low temperature type, dengan suhu 00 sampai 150C
2) Medium temperature type, dengan suhu 150 sampai 350C
3) High temperature type, dengan suhu 350 sampai 450C
Dengan pembagian berdasar suhu diatas, maka akan terdapat
variasi lama pengeringan sealer. Untuk tipe low temperatur
digunakan pada daerah dingin akan membutuhkan waktu yang lama
untuk mengering yaitu lebih dari 100 menit, untuk mempercepat
dapat dengan bantuan sinar infra lamp. Sedangkan untuk medium
temperatur type mayoritas digunakan saat ini, akan mengering
secara bervariasi tergantung suhu sekitar. Jika suhu sekitar 250C,
maka akan mengering sekitar 150 menit, dan bila suhu 350C akan
mengering sekitar 90 menit. Hal ini perlu diketahui untuk
memperkirakan waktu mencampur sampai menyelesaikan pekerjaan,
19

agar hasilnya waktu untuk mengering terpenuhi. Setelah pekerjaan
selesai, maka sealer dibiarkan mengering selama 4 jam untuk
memperoleh hasil pengikatan yang maksimal.
Bahan yang paling banyak digunakan adalah sealer dari tipe
polyurethane, hal ini dikarenakan memiliki keunggulan sealer akan
mengering apabila berhubungan dengan kelembaban udara, tidak
retak atau mengkerut, memiliki fleksibilitas, adhesi dan tahan air
yang sangat baik. Sealer jenis ini digunakan juga oleh Toyota dan
tersedia dalam tiga jenis, yaitu:
1) Body sealer black tipe cartridge
2) Body sealer white tipe cartridge
3) Body sealer white tipe tube
Gambar 1. Tipe sealer yang digunakan oleh Toyota Motor
Tipe sealer yang pertama dan kedua diaplikasikan pada bodi
dengan menggunakan sealer gun sedangkan tipe yang terakhir
diapluikasikan secara manual (biasanya hanya digunakan untuk
memperbaiki kerusakan kecil).
Proses aplikasi sealer pada bodi kendaraan dapat dilakukan
dengan beberapa cara, yaitu:
1) langsung, yaitu sealer dioles secara langsung pada bodi tanpa
menggunakan alat bantu.
2) Spray gun, yaitu sealer berwujud cair dicampur dengan
hardener, kemudian diaplikasikan ke bodi dengan cara
disemprotkan.
20

3) Sealer gun, yaitu sealer cartridge dipasang pada alat, kemudian
ditekan sehingga sealer keluar dalam bentuk yang padat.
Dari beberapa cara diatas, yang paling banyak digunakan
adalah menggunakan sealer gun. Sealer gun digunakan untuk
aplikasi bodi sealer tipe cartridge. Oleh karena terdapat beberapa
sealer gun, yaitu:
1) Tipe manual
2) Tipe elektrik
3) Tipe pneumatik.
Bagian dari sealer gun pada dasarnya sama saja, yaitu tempat
cartridge, handel pemegang pemicu dan penekan. Khusus untuk tipe
elektrik menggunakan kabel listrik yang dihubungkan ke sumber
listrik untuk memutarkan motor yang akan menekan sealer sehingga
keluar dari cartridge. Untuk tipe pneumatik terdapat dudukan slang
yang dihubungkan ke kompresor untuk menekan sealer keluar dari
cartridge. Sedangkan tipe manual, cara pengeluaran sealer dari
cartridge dengan menekan pada tuas penekan dan pemicu dibuka.
Kelamahannya tipe manual tidak dapat beroperasi dengan tekanan
yang sama untuk daerah kerja yang banyak.
Berikut contoh penggunaan sealer gun:
penekan
Tempat catridge
Tuas penekan/ triger
Gambar 2. Sealer gun tipe manual.
21
Hhandle/pemegang


Gambar 3. Aplikasi sealer gun manual
Gambar 4. Sealer gun tipe pneumatik dan contoh aplikasinya.
Pada pemakaian sealer diatas, banyak sedikitnya sealer yang
dikeluarkan tergantung dari lubang cartridge yang dibuat, dan
diperhitungkan dengan luas bagian yang akan dikerjakan. Saat
menggunakan sealer gun, gunakan tekanan maksimal pada
pemicunya secara konstan, agar hasilnya merata. Sebab, apabila
tidak maksimal maka kemungkinan tekanan akan bervariasi,
sehingga hasilnya tidak bagus/merata.
Sedangkan untuk aplikasi sealer dengan spray gun, diperlukan
pekerjaan yang lebih banyak, karena diperlukan tambahan waktu
untuk mencampur bahan antara bahan baku dengan hardener
sekitar 1:7. Cara ini sangat cocok apabila daerah permukaan lebar
dan memerlukan hasil yang tipis dan merata.
22

Berikut contoh perlengkapan dalam aplikasi perapat bodi
kendaraan pada window glass (kaca jendela) apabila menggunakan
cara disemprotkan.
Gambar 5. Komponen sealer dengan cara spray
Keterangan Gambar:
1 Main agent (black paste 500 gr)
Bahan utama
2 Hardening Agent (brown paste 75 gr) Bahan pengering
3 Glass primer G (20 gr)
4 Body primer M (20 gr)
5 Piano Wire
6 Sponge
7 Gauze
8 Cartridge
9 Unleaded gasoline/ tolvence
10 Kaca atau plat rata
11 Putty spatula (scrub)
12 Sealer gun
13 Adhesive
14 Glass holder
15 Window moulding remover
16 Pisau
17 Bor
18 Tang long nose
23
Larutan kuning
Larutan ungu kemerahan
Alat pemotong adhesive
Untuk mengoleskan primer
Untuk menghapuskan primer
Tempat sealent
Untuk membersihkan bond pada
permukaannya.
Untuk mencampur main dan hardening agent
Untuk mencampur main dan hardening agent
dan perbaikan
Untuk memasang adhesive
Untuk bond spacer
Alat untuk memasang window glass
Alat untuk memasang moulding window
Untuk refinish hold adhesive dan potong
spacer
Untuk membuat lubang tempat piano wire
Untuk menarik piano wire
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1) Dalam aplikasi sealer gunakan sealer dari merk, menggunakan
dari berbeda merk akan sulit mengering dan hasil yang tidak baik.
2) Sealer akan berkurang kualitasnya setelah berumur 6 bulan dari
produksinya.
3) Simpan primer dan adhesive pada tempat yang kering
4) Jangan membuka tutup primer dan adhesive jika tidak digunakan
5) Apabila perapat dipasang pada bidang yang dicat, pastikan lapisan
cat telah kering.
6) Apabila bodi akan dicat, lindungi sealer dari cat agar tidak
merusak sealer itu sendiri karena bereaksi dengan zat lain.
c. Rangkuman 2
1) Bahan dari perapat (sealer) terdiri dari bahan utama dan zat
pengeras, yang apabila kedua bahan tersebut dicampur maka
akan terjadi reaksi kimia lalu mengeras pada temperatur normal
menjadi semacam karet yang elastis.
2) Tipe dari sealer dapat dibedakan berdasar suhu pengeringan
disekitarnya, yaitu:
a) Low temperature type, dengan suhu 00 - 150C
b) Medium temperature type, dengan suhu 150 - 350C
c) High temperature type, dengan suhu 350 - 450C
3) Jenis bahan yang paling banyak digunakan adalah sealer dari tipe
polyurethane,
a) Body sealer black tipe cartridge
b) Body sealer white tipe cartridge
c) Body sealer black tipe tube
24

4) Proses aplikasi pada bodi kendaraan dapat dilakukan secara
langsung, menggunakan spray gun (disemprot) atau dengan
sealer gun.
5) Aplikasi pada bodi kendaraan yang dilakukan dengan
menggunakan sealer gun, yaitu:
a) Tipe manual
b) Tipe elektrik
c) Tipe pneumatik.
d. Tugas 2
1) Berikanlah analisa anda mengenai perbedaan aplikasi sealer
dengan menggunakan spraygun dan dengan menggunakan sealer
gun!
2) Carilah beberapa produk sealer dalam internet, dan buatlah
resume dari beberapa merk yang Anda temukan!
e. Tes Formatif 2
1) Sebutkan bahan-bahan yang digunakan pada aplikasi sealer
dengan disemprot!
2) Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sealer gun yang biasa digunakan
dalam aplikasi sealer!
25
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Bahan bahan yang digunakan dalam aplikasi sealer adalah:
a) bahan utama (main agent)
b) zat pengeras (hardener agent) , yang apabila kedua bahan
tersebut dicampur maka akan terjadi reaksi kimia lalu mengeras
pada temperatur normal menjadi semacam karet yang elastis.
c) Glass primer G untuk dipoleskan pada kaca
d) Body primer M untuk dioleskan pada bodi
e) Unleaded gasoline untuk membersihkan sisa-sisa sealer dan
adhesive
2) Jenis-jenis sealer gun yang digunakan dalam aplikasi sealer:
a) Sealer gun manual: cara pengeluaran sealer sebanding dengan
penekanan oleh tuas penekan secara manual.
b) Sealer gun elektrik: cara mengeluarkan sealer dari cartridge
dibantu dengan penekanan motor listrik.
c) Sealer gun pneumatik : cara mengeluarkan sealer dari
cartridge dibantu dengan tekanan udara.
26
g. Lembar Kerja 2
1) Alat dan Bahan
a) 1 Unit mobil
b) Peralatan tangan, kunci pas/ring atau tang (menyesuaikan
kebutuhan).
c) Lap / majun.
2) Keselamatan Kerja
a) Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
b) Ikutilah instruksi dari instruktur/dosen atau pun prosedur
kerja yang tertera pada lembar kerja.
c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan
pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
d) Bila perlu mintalah buku manual kendaraan yang menjadi
training object.
3) Langkah Kerja
a) Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif
dan seefisien mungkin!
b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh dosen/
instruktur!
c) Lakukan pengenalan bahan-bahan perapat bodi!
d) Lakukan pengenalan alat-alat pemasangan/ pelepasan
perapat kendaraan dan pelajari cara kerjanya!
e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara
ringkas!
f) Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang
telah digunakan seperti keadaan semula!
27
4) Tugas
a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas.
b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh
setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 2.
28

3. Kegiatan Belajar 3: Aplikasi Perapat
a. Tujuan Kegiatan Belajar 3:
1) Peserta diklat dapat mengetahui prosedur aplikasi perapat bodi
kendaraan.
2) Peserta diklat dapat melaksanakan prosedur aplikasi perapat
bodi kendaraan.
b. Uraian Materi 3:
Sudah disampaikan dikegiatan belajar sebelumnya, bahwa
aplikasi sealer bisa pada bodi maupun karet. Pada kendaraan saat ini
banyak digunakan aplikasi sealer pada bodi, karena tahan terhadap
korosi, bisa berungsi sebagai peredam, tidak terjadi perubahan
bentuk bila dibanding dengan las. Berikut ini contoh aplikasi perapat
pada komponen bodi kendaraan yaitu engine hood (kap mesin):
Gambar 6. Aplikasi sealer pada body kendaraan.
Apabila kita melaksanakan penggantian komponen, biasanya
tidak terdapat alur untuk sealer. Oleh karena itu kita harus bisa
menentukan area yang memerlukan sealer dengan melihat pasangan
panel yang akan kita ganti. Oleh sebab itu, pada saat perbaikan
kendaraan yang mengalami kecelakaan body, sealer harus
diaplikasikan pada panel penggantinya. Dalam perbaikan bodi
29

menggunakan sealer, terlebih dahulu Anda memperhatikan petunjuk
manual dari kendaraan yang bersangkutan, dengan melihat lokasi
atau area dimana bodi sealer akan digunakan. Selanjutnya, sisi yang
berlawanan dari kendaraan (sisi samping) yang areanya sedang
diperbaiki tersebut, dapat digunakan sebagai referensi (acuan).
Namun pada pintu beberapa jenis kendaraan yang
menggunakan precuring sealer, akan terdapat bekas sealer lama,
karena sealer berada didalam lapisan cat. Procuring sealer
diaplikasikan langsung pada lembar metal sebelum dilakukan proses
pengecatan electro deposited (ED), sehingga menyederhanakan
aplikasi sealer.
Procuring ini dilakukan atau aplikasikan sebelum penggantian
part, tetapi pada penggunaan sealer biasa harus diaplikasikan
sesudah aplikasi top coat, untuk menjamin bahwa semua sudut dan
kemudian diberi sealer.
Gambar 7. Perbedaan aplikasi precuring sealer dan sealer biasa
Aplikasi Bodi Sealer
Bodi sealer diaplikasi, setelah proses pengeringan dan
pengamplasan surfacer dengan sempurna tetapi sebelum aplikasi top
coat (pengecatan akhir)
30









Membersihkan dan
menghilangkan grease
(degreasing)
Top Coat
Menajaman cartridge
nozzle
Aplikasi Bodi Sealer
Gambar 8. Alur pekerjaan aplikasi sealer
Berikut alur proses aplikasi perapat
1) Membersihkan dan menghilangkan grease (degreasing)
permukaan sealer dilakukan dengan cara yang sama pada saat
aplikasi putty.
2) Menajamkan cartridge nozzle
Cartridge nozzle perlu ditajamkan sekali agar menghasilkan
bentuk sealer yang spesifik. Gunakanlah tang untuk meratakan
kira-kira 10 mm dari ujung nozzle dan kemudian potong kira-kira
5 mm dari ujung.
Dianjurkan agar memiliki 2 tipe nozzle siap pakai satu yang
berlubang kecil untuk aplikasi komponen-komponen yang sempit
dan satu yang berlubang besar untuk aplikasi yang digunakan
untuk aplikasi komponen yang lebih besar. Berikut bentuk dari
potongan nozzle dan bentuk aplikasi sealer:
Gambar 9. Cara menajamkan nozzle dan tempat aplikasinya (pada pintu)
31

Gambar 10. Beberapa bentuk ujung nozzle catridge dan bentuk hasilnya.
3) Aplikasi Bodi Sealer
Pertama, tentukan dibagian mana anda akan berdiri, sebelum
memulai aplikasi bodi sealer. Suatu titik yang memungkinkan
Anda bisa aplikasi bodi sealer pada keseluruhan sisi panel sekali
jalan, akan menghasilkan bentuk sealer yang seragam. Oleh
sebab itu, carilah titik dari mana pekerjaan sealer dapat dilakukan
tanpa harus berpindah.
32


Gambar 11. Saat aplikasi sealer, tumpuan kaki jangan berubah
Kedua, mantabkan tangan kiri untuk memegang sealer gun dan
telunjuk pada triger/ tuas pemicu. Ujung nozzle catridge
ditempelkan pada salah satu lipatan panel (plat) sebagai garis
referesi/ panduan/ acuan agar membantu arah aplikasi sealer gun
tidak oleng kesamping. Pastikan untuk dapat memilih garis
referensi yang tepat, karena apabila salah, aplikasi sealer akan
menjauh dari sambungan panel.
Gambar 12. Hasil yang baik benar-benar menyampung kedua panel (kiri).
33



Ketiga, penarikan trigger dan gerakan pada sealer gun harus tetap
konstan. Apabila gerakannya berubah-ubah, maka bentuk sealer
juga akan berubah. Ada beberapa sealer yang dapat menjaga
jumlah keluaran sealer gun secara tetap, tanpa terpengaruh
dengan tekanan pada tipe sealer gun biasa tadi.
Gambar 13. Bentuk sealer tergantung dari penekanan dan kecepatan aplikasinya
Kempat, jagalah agar sealer gun tetap parallel disepanjang garis
dimana bodi sealer diaplikasi. Perubahan pada sudut ini, akan
berpengaruh pada bentuk sealer.
Gambar 14. Arah aplikasi sealer harus mengikuti panel, jika berbah maka
hasilnya tidak baik.
34

Kelima, bentuk sealer yang diinginkan tidak akan diperoleh jika
nozzle tidak ditempatkan pada sudut yang benar terhadap panel
bodi. Oleh karena itu posisikan sealer gun dengan sudut tertentu
(menyesuaikan dengan bentuk lubang juga), sehingga ujung
nozzle tidak membekas pada sealer yang sudah keluar dari ujung
nozzle tersebut. Jika terlalu miring maka sealer tidak menempel
kuat pada panel, dan bila terlalu mendekati tegak maka akan
menggores sealer yang sudah keluar. Berikut ini contoh sudut
yang tepat agar hasilnya maksimal:
Gambar 15. Sudut diperhitungkan untuk mendapatkan hasil maksimal.
35
c. Rangkuman 3
Prosedur Aplikasi Perapat bodi kendaraan adalah:
1) Membersihkan dan menghilangkan grease (degreasing)
2) Menajamkan cartridge nozzle
3) Aplikasi Bodi Sealer
a) menentukan posisi berdiri yang tepat agar tidak berpindah-
pindah
b) mantabkan jari telunjuk tangan yang memegang sealer gun.
c) penarikan trigger dan gerakan pada sealer gun harus tetap
konstan
d) jagalah agar sealer gun tetap parallel disepanjang garis
e) sudut nozzle harus tepat terhadap papan
d. Tugas 3
1) Bukalah satu engine hood pada mobil sedan
2) Cermati bagian yang di aplikasikan sealer/perapat
3) Perbaiki jika ada komponen sealer yang rusak.
e. Tes Formatif 3
1) Jelaskan prosedur penggunaan/aplikasi sealer pada bodi
kendaraan.
2) Mengapa kita perlu konstan mengatur sudut nozzle dan bidang
yang di sealer?
36
f. Kunci Jawaban Formatif 3
1) Prosedur Aplikasi Perapat bodi kendaraan adalah:
a) Membersihkan dan menghilangkan grease (degreasing)
b) Menajamkan cartridge nozzle
c) Aplikasi Bodi Sealer
(1) menentukan posisi berdiri yang tepat agar tidak berpindah-
pindah
(2) mantabkan jari telunjuk tangan yang memegang sealer
gun.
(3) penarikan trigger dan gerakan pada sealer gun harus tetap
konstan
(4) jagalah agar sealer gun tetap parallel disepanjang garis
(5) sudut nozzle harus tepat terhadap papan
2) Karena kalau tidak tepat dan konstan maka bentuk dari sealer kita
tidak akan sama dan rata.
37
g. Lembar Kerja 3
1) Alat dan Bahan
a) 1 Unit mobil
b) Peralatan tangan, kunci pas/ring atau tang (menyesuaikan
kebutuhan).
c) Lap/ majun.
2) Keselamatan Kerja
a) Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
b) Ikutilah instruksi dari instruktur/ guru atau pun prosedur
kerja yang tertera pada lembar kerja.
c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan
pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
d) Bila perlu mintalah buku manual kendaraan yang menjadi
training object.
3) Langkah Kerja
a) Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif
dan seefisien mungkin!
b) Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/
instruktur!
c) Lakukan pelepasan perapat-perapat kendaraan dengan
langkah yang benar (sesuai dengan modul ini)
d) Lakukan pemasangan perapat-perapat kendaraan dengan
langkah yang benar (sesuai dengan modul ini)
e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara
ringkas!
f) Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang
telah digunakan seperti keadaan semula!
38
4) Tugas
a) Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas!
b) Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh
setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 3!
39
A. PERTANYAAN
BAB III
EVALUASI
1) Sebutkan keunggulan penggunaan sealer (perapat) pada
kendaraan!
2) Sebutkan kelamahan penggunaan sealer (perapat) pada
kendaraan!
3) Apakah yang dimaksud dengan:
a) Thermoplastic
b) Thermosetting
c) Jenis Impact
d) Cold set
e) Hot set
5) Sebutkan tipe dari perapat bodi kendaraan!
6) Sebutkan bahan-bahan yang digunakan pada aplikasi sealer!
7) Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sealer gun yang biasa digunakan
dalam aplikasi sealer!
8) Jelaskan prosedur penggunaan/aplikasi sealer pada bodi
kendaraan.
9) Mengapa kita perlu konstan mengatur sudut nozzle dan bidang
yang di sealer?
40
B. KUNCI JAWABAN
1) Keunggulan penggunaan sealer pada kendaraan:
a) Penampilan
Sambungan hampir tidak terlihat.
b) Kuat
Pembagian kekuatan yang merata pada permukaan, jadi tidak
hanya pada tempat yang sempit seperti pada paku keling.
c) Mengurangi perubahan bentuk.
Pengelasan menimbulkan panas dan selalu menghasilkan
distorsiatau perubahan bentuk. Perapatan tiak menimbulkan
panas yang dapat menyebabkan distorsi pada pada logam.
Karena tidak diperlukan panas yang tinggi, dengan demikian
dapat mencegah distorsi.
d) Mengurangi karat.
Perapat membentuk lapisan antara dua permukaan yang akan
disambung yang akan mengurangi peluang terjadinya aksi
elektrolitik antara dua bahan yang berbeda.
e) Pada hal tertentu memiliki kekuatan yang lebih baik dibanding
sambungan keling karena memiliki permukaan gesek yang luas,
misal pada kanvas rem atau lining.
2) Kelemahan penggunaan sealer pada kendaraan
a) Gangguan kesehatan
Kebanyakan perapat menghasilkan uap yang berbahaya,
sehingga diperlukan ventilasi udara yang baik.
b) Resiko terbakar dan Meledak
Sebagian perapat menghasilkan uap yang dapat terbakar yang
dapat meledak pada ruang tertutup.
c) Keterbatasan pada temperatur.
41
Sambungan dapat lepas bila temperaturnya melebihi ketentuan
yang dikeluarkan oleh pabrik.
d) Kesulitan pemeriksaan
Sulit untuk menentukan kekuatan dan efektifitas sambungan
hanya dengan pemeriksaan secara visual (penglihatan).
e) Biaya
Diperlukan peralatan yang mahal untuk dapat melakukan
perekatan pada pemakaian khusus, sehingga kadang-kadang
caranya menjadi tidak ekonomis (hemat).
3) Yang dimaksud dengan:
a) Thermoplastic : Dapat dilembekkan beberapa kali dengan cara
pemanasan
b) Thermosetting : Ditentukan dengan aksi panas atau katalis untuk
mencapai kekerasan tetap.
c) Jenis Impact : Perapat yang digunakan pada kedua permukaan
dan dibiarkan setengah kering. Persinggungan kedua
permukaan akan menghasilkan ikatan.
d) Cold set : Bahan perapat yang akan mengeras pada temperatur
kamar.
e) Hot set : Perapat yang memerlukan pemanasan sampai
temperatur tertentu untuk menghasilkan pengikatan.
4) Tipe perapat bodi kendaraan
a) Tipe Perapat Struktural terdiri dari bahan Epoxy dan Phenolic
yang ketika dicampur akan mempunyai kekuatan gunting yang
sangat tinggi dan dapat menahan panas sampai kira-kira 250
derajat Celsius. Digunakan untuk penggunaan beban berat
seperti pengikatan bahan-bahan yang bergesekan yang
digunakan pada sepatu rem atau kopling transmisi otomatis.
42
b) Tipe Perapat Non-Struktural yang terdiri dari bahan-bahan
elastomeric (bahan dasarnya karet) yaitu karet alam, karet alam
latex, karet sistesis, karet dan resin).
5) Bahan bahan yang digunakan dalam aplikasi sealer adalah:
a) bahan utama (main agent)
b) zat pengeras (hardener agent) , yang apabila kedua bahan
tersebut dicampur maka akan terjadi reaksi kimia lalu mengeras
pada temperatur normal menjadi semacam karet yang elastis.
c) Glass primer G untuk dipoleskan pada kaca
d) Body primer M untuk dioleskan pada bodi
e) Unleaded gasoline untuk membersihkan sisa-sisa sealer dan
adhesive
6) Jenis-jenis sealer gun yang digunakan dalam aplikasi sealer:
a) Sealer gun manual : cara pengeluaran sealer sebanding dengan
tekanan tuas penekan . Kelemahan alat ini tekanan tidak konstan
b) Sealer gun elektrik : cara mengeluarkan sealer dari cartridge
dibantu dengan penekanan oleh motor listrik.
c) Sealer gun pneumatik : cara mengeluarkan sealer dari cartridge
dibantu dengan tekanan udara.
7) Prosedur Aplikasi Perapat bodi kendaraan adalah:
a) Membersihkan dan menghilangkan grease (degreasing)
b) Menajamkan cartridge nozzle
c) Aplikasi Bodi Sealer
(1) menentukan posisi berdiri yang tepat agar tidak berpindah-
pindah
(2) mantabkan jari telunjuk tangan yang memegang sealer gun.
43
(3) penarikan trigger dan gerakan pada sealer gun harus tetap
konstan
(4) jagalah agar sealer gun tetap parallel disepanjang garis
(5) sudut nozzle harus tepat terhadap papan
8) Karena kalau tidak tepat dan konstan maka bentuk dari sealer kita
tidak akan sama dan rata.
44
C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek
Kognitif Skill
Skor
(1-10) Bobot Nilai Keterangan
4
Afektif Skill
Psikomotorik Skill
Ketepatan waktu
Keselamatan kerja
Nilai Akhir
Kategori kelulusan :
1
3
1
1
Syarat lulus nilai
minimal 70,
dengan skor
setiap aspek
minimal 7
70 s.d. 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan
80 s.d. 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan
90 s.d. 100 : di atas minimal tanpa bimbingan
45
BAB IV
PENUTUP
Peserta didik yang telah mencapai syarat kelulusan minimal pada
modul OPKR-60-009C ini dianggap menguasai materi kompetensi
memasang perapat komponen kendaraan. Namun apabila peserta didik
dinyatakan tidak lulus, maka harus mengulang modul ini.
46
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT Toyota –
Astra Motor.
Anonim. ( tt ). Pedoman Pelatihan Pengecatan: Step 1. Jakarta:
Toyota Motor Coorporation.
Anonim (1980). Buku Pedoman Perbaikan Daihatsu Charade
Chassis. Jakarta: PT Astra International - Daihatsu Motor
Anonim ( tt ). Galant Workshop Manual. Jakarta: Mitsubishi Motor
Corporation.
47
Langganan:
Komentar (Atom)