| Bagian - 1 | 2 |
| | |
| Pendahuluan | 2 |
| | |
| Definisi Pelatih, Peserta Pelatihan dan Pelatihan | 2 |
| | |
| Disain Modul | 2 |
| | |
| Isi Modul | 3 |
| | |
| Pelaksanaan Modul | 3 |
| | |
| Definisi istilah-istilah yang digunakan dalam Standar Kompetensi | 4 |
| | |
| Hasil Pelatihan | 5 |
| | |
| Pengenalan | 5 |
| | |
| Prasyarat | 5 |
| | |
| Pengakuan Kompetensi Tertentu (RCC) | 5 |
| | |
| Keselamatan Kerja | 5 |
| | |
| Bagian - 2 | 6 |
| | |
| Prosedur Membuat Mal | 6 |
| | |
| · Mal | 6 |
| | |
| · Bagaimana cara pembuatan mal | 7 |
| | |
| Standar Nasional Kompetensi OPKR 60-002B | |
| | |
Bagian - 1
Pendahuluan
Modul ini terdiri dari tiga buku petunjuk yaitu Buku Informasi, Buku Kerja dan Buku Penilaian. Ketiga buku tersebut saling berhubungan dan menjadi referensi Modul Pelatihan. Berikut ini adalah Buku Informasi.
Modul Pelatihan ini menggunakan Pelatihan Berbasis Kompetensi sebagai pendekatan untuk mendapatkan keterampilan yang sesuai di tempat kerja.
Pelatihan Berbasis Kompetensi memfokuskan pada keterampilan seseorang yang harus dimilki di tempat kerja. Fokusnya adalah pada pencapaian keterampilan dan bukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti pelatihan.
Modul Pelatihan ini disusun berdasarkan pada Standar Kompetensi. Standar Kompetensi adalah pernyataan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diakui secara nasional yang diperlukan untuk penanganan perbaikan dibidang otomotif.
Modul Pelatihan ini digunakan sebagai Kriteria Penilaian terhadap Standar Kompetensi Nasional OPKR-60-002B.
Definisi Pelatih, Peserta Pelatihan dan Pelatihan
Pada modul Pelatihan ini, seseorang yang menyampaikan materi pelatihan lebih dikenal sebagai Pelatih. Di sekolah-sekolah, institusi-institusi dan pusat-pusat pelatihan, orang tersebut lebih dikenal dengan sebutan guru, instruktur, pembimbing atau sebutan lainnya.
Berkaitan dengan keterangan di atas, seseorang yang berusaha mencapai kemampuan disebut sebagai Peserta Pelatihan. Pada sekolah-sekolah, institusi-institusi dan pusat-pusat pelatihan, orang tersebut lebih dikenal dengan sebutan siswa, murid, pelajar, peserta, atau sebutan lainnya.
Pelatihan adalah proses pengajaran yang berlangsung di sekolah, institusi ataupun Balai Latihan Kerja.
Disain Modul
Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :
· Pelatihan Klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
· Pelatihan Individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.
Isi Modul
Buku Informasi
Buku Informasi ini adalah sumber untuk pelatih dan peserta pelatihan yang berisi :
· informasi yang dibutuhkan oleh peserta pelatihan sebelum melaksanakan praktek kerja.
Buku Kerja
Buku Kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual/mandiri.
Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:
· kegiatan-kegiatan akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi
· kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
· kegiatan penilaian untuk menilai pengetahuan peserta pelatihan
· kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktek kerja.
Buku Penilaian
Buku Penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :
· kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan
· metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan
· sumber-sumber yang dapat digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan
· semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja
· petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktek
· catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
Pelaksanaan modul
Pada Pelatihan Klasikal, pelatih akan :
· menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan
· menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan
· menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan
· memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/tanggapan dan menuliskan hasil tugas prakteknya pada Buku Kerja
· menggunakan Buku Penilaian untuk menilai jawaban/tanggapan dan hasil-hasil peserta pelatihan pada Buku Kerja.
Pada Pelatihan Individual/mandiri, peserta pelatihan akan :
· menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan
· menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada Buku Kerja
· memberikan jawaban pada Buku Kerja
· mengisikan hasil tugas praktek pada Buku Kerja
· memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh Pelatih.
Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Standar Kompetensi
Prasyarat
Kompetensi yang dibutuhkan sebelum memulai suatu kompetensi tertentu.
Elemen-elemen Kompetensi
Tugas-tugas yang harus dilakukan untuk mencapai suatu keterampilan.
Kriteria Unjuk Kerja
Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk menunjukkan keterampilan pada setiap elemen.
Rentang Variabel
Ruang lingkup materi dan persyaratan yang memenuhi kriteria unjuk kerja yang ditetapkan.
Petunjuk Penilaian
Merupakan petunjuk bagaimana peserta pelatihan dinilai berdasarkan kriteria unjuk kerja.
Konteks
Merupakan penjelasan tentang dari mana, bagaimana dan metode penilaian apa yang seharusnya digunakan.
Aspek-aspek yang diperlukan
Menentukan kegiatan inti yang harus dinilai.
Persyaratan Level Literasi dan Numerasi
Persyaratan Modul Literasi Level 1 dan Numerasi Level 1
| Level | Literasi |
| 1 | Kemampuan untuk membaca, memahami dan menghasilkan teks dasar. |
| 2 | Kemampuan untuk memahami hubungan yang kompleks pada teks dan memahami informasi lisan dan tulisan yang diberikan. |
| 3 | Kemampuan untuk menulis, menganalisa kritik dan mengevaluasi teks. |
| Level | Numerasi |
| 1 | Kemampuan untuk menggunakan simbul-simbul dasar, diagram, istilah secara matematik dan dapat memahami konteks serta dapat mengkomunikasikan secara matematik. |
| 2 | Kemampuan untuk menguji, memahami dan menggunakan konsep matematik yang kompleks pada batasan konteks. |
| 3 | Kemampuan untuk menganalisa kritik, mengevaluasi dan menggunakan simbol-simbol matematik, diagram, chart dan teori-teori yang kompleks. |
Hasil Pelatihan
Menunjukkan perbedaan bentuk panel dan menggunakan informasi-informasi yang diberikan anda harus dapat:
· Mengidentifikasi dan menyebutkan perbedaan nama macam mal.
· Membentuk kawat mal sesuai bentul panel dari hasil gambar
· Membuat mal dari plat baja dengan bentuk sesui bentuk kawat mal
· Merencanakan dan membuat 2 macam bentul mal
Pengenalan
Mal atau model dapat digunakan sebagai peralatan cepat pada pembentukan sebuah panel bodi jika memperbaiki kerusakan parah dari panel bodi atau membuat bagian pengganti untuk memperbaiki bagian panel yang rusak akibat korosi. Pembentukan bodi juga akan mengunakan penuh mal bentuk panel bodi jika membuat panel bodi pengganti
Mal seharusnya dapat menunjukkan ukuran dan bentuk yang benar sesuai dengan bentuk panel, membuat perbaikan atau proses pembuatan lebih mudah dan cepat.
Prasyarat
Sebelum mengikuti modul ini saudara harus sudah bisa secara lengkap mengikuti modul-modul inti. Dianjurkan dengan sangat untuk mengikuti modul di bawah ini secara lengkap
· OPKR-10-016B - Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Pengakuan Kompetensi Tertentu (RCC)
Jika seorang peserta menyatakan dia mampu/cakap dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ditentukan pada hasil pelatihan, dia harus dapat membuktikan kemampuannya kepada pelatih.
Keselamatan Kerja
Umum
OPKR 10-017- Workshop Safety (Keselamatan Bengkel Kerja) yang mengacu pada OPKR 10-016B Occupational Health and Safety Act (Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja), 1986, dan majalah-majalah keselamatan material. Baca dan pelajari rekomendasi mereka sebelum menggunakan bahan untuk modul ini
Pribadi
Berikut ini persyaratan keselamatan sebagai penekanan pada OPKR 10-017B dan OPKR 10-016B. Ringkasannya adalah sebagai berikut.
General workshop praktices
Personal safety equipment and practices
Fire prevention practices
Oxyacetylene welding
Bagian - 2
Prosedur Membuat Mal
Mal
Kegunaan mal adalah untuk:
Pemeriksaan pada bagian panel bodi setelah perbaikan
Pembuatan panel pengganti yang rusak akibat korosi
Pembuatan salah satu bentuk panel yang sama
Macam-macam dari Mal
Ada dua macam mal yaitu:
Mal untuk sementara
Mal yang permanen
Mal untuk Sementara
Mal untuk sementara adalah digunakan untuk sementara waktu. Biasanya hanya digunakan dalam suatu situasi yang mana dalam waktu yang tidak lama dapat membuat mal. Itu dapat dibuat dari:
Kertas coklat tebal
Karton
Papan gips
Karton jerami
Kawat (kawat las kuningan atau kawat las tembaga)
Batang timah solder
Kawat las aluminium
Dalam kenyataannya itu dapat dibuat dari suatu bahan yang memerlukan bentuk tetap dan mudah serta cepat dibentuk.
Mal Permanen
Mal yang permanen adalah lebih kuat, biasanya digunakan dalam waktu yang lama untuk pembuatan panel dan oleh karena itu digunakan dalam waktu yang lama untuk membantu dalam produksi masal dari panel atau perbaikan panel-panel yang sama. Mal tersebut terbuat dari:
Kayu lapis (Plywood)
Plat baja
Plat aluminium
Fiberglas yang berbentuk plastik
Kombinasi dari semua bahan-bahan tersebut di atas.
Dalam kenyataannya mal permanen dapat dibuat dari sebuah bahan yang dapat dipergunakan terus menerus dalam bentuk yang sama
Bagaimana Cara Pembuatan Mal
Mal Sementara dari Kawat Baja Lunak
Yang pertama anda pikirkan adalah berapa panjang kawat yang anda butuhkan. Itu dapat anda kerjakan dengan memperkirakan atau menempelkan kawat kecil pada bentuk panel yang akan dibuat malnya.
|
Gambar 1. Perkiraan panjang kawat.
Buat perkiraan ukuran panjang yang pasti pada ukuran yang sebenarnya
Sebaiknya anda mempunyai kawat yang panjang, dari pada terlalu pendek. Jika terlalu pendek anda mengulangi latihan dengan kawat yang lebih panjang.
Gambar sebuah garis (dengan pensil, jangan membuat secara permanen pada panel bodi) pada panel bodi untuk menunjukkan lokasi seperti di bawah ini
|
Gambar 2. Menggambar garis pada panel bodi
Mulai dari salah satu sudut panel, letakkan kawat diatas bentuk panel (pastikan lekukan anda pada akhir ujung kawat tepat pada sudut panel terakhir. Ini akan membuat posisi lokasi setiap waktu anda meletakkan kawat di atas panel).
|
Gambar 3. Memulai membuat kawat mal
Lekuk atau bentuk kawat sesuai bentuk kontur dari panel bodi, mulai dari satu sudut dari panel sampai sudut panel paling akhir.
|
Gambar 4. Mal dari kawat setengah jadi
Ingat untuk melepas kawat buat sedikit mengukur kembali pada bentuk panel.
Ini adalah perlu untuk memperhitungkan kepegasan kawat yang dapat merubah bentuk ukuran.
KETERANGAN
Hati-hati terutama apabila membentuk kawat pada sepanjang garis bentuk panel (kontur panel bodi), itu sangat penting dan harus teliti. Apabila anda telah mencapai pada ujung dari panel atau bentuk yang diperlukan, angkat kawat dari panel (dilakukan dengan hati-hati tanpa pemaksaan pada kawat) dan periksa sekali lagi bentuk mal. Jika tidak tepat/betul, ulangi penekukan kawat sekali lagi.
|
Gambar 5. Kawat mal tanpa celah
Mal dari Karton Coklat
Perkirakan lebar karton yang dibutuhkan.
Ingat, perlu diperhitungkan sedikit kelebihan lebar karton.
|
Gambar 6. Perkiraan lebar karton.
Mulai dari salah satu sudut dari panel (letakkan kurang lebih 10 mm kelebihan karton dari ujung sudut panel) letakkan karton coklat di atas panel.
|
Gambar 7. Karton diletakkan di atas panel dan garis lokasi.
Gambar di atas adalah ide yang bagus pada tingkat yang mudah untuk memberi tanda garis lokasi. Ini akan memastikan posisi dari karton pada lain waktu pada panel.
Gunakan jari anda atau pensil, bentuk jejak dari ujung sudut panel pada karton coklat.
|
Gambar 8. Pembentukan bentuk panel pada karton.
Jika karton retak, itu artinya penempatan kembali pada panel akan membutuhkan regangan pada lokasi ini.
Jika karton berhimpitan dan berkerut, itu membutuhkan penyusutan pada lokasi tersebut.
Lanjutkan keseluruh bentuk panel, beri tanda dengan pensil seluruh garis segi dan hanya suatu area/tempat yang membutuhkan penyusutan atau peregangan.
KETERANGAN
Gunakan isolasi kertas untuk memegang karton agar tetap pada posisinya. Ini akan membuat lebih mudah jika memberi tanda garis segi. Hal itu akan juga membantu anda untuk membuat mal yang lebih akurat.
Sekarang beri tanda seluruh ukurandari mal dan sesuaikan karton dengan ukurannya. Periksa keakuratan dari mal sebelum menggunakan pada pembuatan panel pengganti
Mal Permanen dari Plat Baja.
Anda membutuhkan plat baja sesuai kebutuhan bentuk dari panel bodi yang terpotong. Ada dua cara yang digunakan untuk mencapai pembuatan mal dengan plat baja
1. Mal dari kawat
2. Menggambar bentuk panel
Untuk menggunakan mal sketsa bentuk panel, secara sederhana tempelkan dan tekan mal sketsa pada bentuk panel yang diperlukan. Sudut-sudut lekukan dari plat bentuk mal sketsa akan membentuk sudut lekukan panel. Ini dapat anda gunakan untuk memeriksa bentuk panel yang telah anda buat atau pindahkan mal sketsa pada plat baja sebagai mal permanen.
Mal sketsa bentuk adalah sederhana dan mudah untuk digunakan, dan dapat dibuat dalam macam-macam ukuran.
|
Gambar 9. Contoh dari mal sketsa bentuk panel dalam penggunaan.
Lapisi permukaan dari plat dengan cat/tinta biru untuk menggambarkan bentuk mal dengan menempelkan kawat mal pada plat tersebut.
|
Gambar 10. Plat dilapisi dengan cat/tinta biru
Setelah plat dilapisi tempelkan kawat mal pada plat baja bagian atas dan tekan kawat pada posisinya.
|
Gambar 11. Kawat mal ditekan pada posisinya
Dengan sangat hati-hati gambarkan dengan penggores bentuk dari kawat mal pada plat baja.
Bila tidak hati-hati dalam memindahkan gambar bentuk kawat mal akan berpengaruh terhadap ketepatan dari mal anda.
|
Gambar 12. Menggunakan guntung untuk memotong mal
Periksa ketepatan dari kawat mal anda dengan menempelkan pada panel. Kemudian kawat mal di atas plat dan periksa kembali garis mal yang anda buat. Jika tidak tepat, ulangi pembuatan garis mal sekali lagi.
Potong bagian plat akan dibuang.
Gunting timah adalah alat terbaik untuk pembuatan mal ini karena anda dapat mengunting dengan tepat pada garis dan keduanya, jika anda menggunakan gunting timah dengan benar, anda menggunting plat tepat pada lekukan-lekukan dari plat mal.
KETERANGAN :
Jangan mencoba memotong ke dalam bentuk mal. Biasanya memotong pada bagian luar dari garis. Ini akan mempermudah mengikir bagian potongan yang lebih.
Tempelkan plat mal pada panel dan periksa ketepatan dari mal. Jika bentuk mal tidak sesuai dengan bentuk panel, gunakan kikir halus untuk menepatkan ukuran bentuk mal. Penggunaan kikir dengan baik akan menentukan bentuk mal. Pinggul bagian pinggir dari mal untuk menghilangkan bagian yang tajam dari mal.
|
Gambar 13. Penghalusan mal
Pada akhirnya, beri label pada mal sesuai dengan peruntukan, model dan baian dari kendaraan. Ini dapat anda lakukan dengan menggunakan stempel hurup.
|
Gambar 14. Pemberian label pada mal














Tidak ada komentar:
Posting Komentar